Selasa, 8 September 2026
Artikel 3 menit baca

(E-book Gratis) Kasultanan Demak: Kasultanan Cina Muslim Tanah Jawa

(E-book Gratis) Kasultanan Demak: Kasultanan Cina Muslim Tanah Jawa

Detail Informasi Buku:

Kategori Keterangan
Judul Kasultanan Demak: Kasultanan Cina Muslim Tanah Jawa
Penulis Anang Harris Himawan
Penerbit BRIN Publishing (Penerbit BRIN), Edisi Pertama, Oktober 2024
ISBN 978-602-6303-35-6 (e-book)
Ketebalan xxvi + 424 halaman

Buku ini lahir dari sebuah keprihatinan mendalam sang penulis terhadap historiografi masuknya Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, yang dinilai seringkali terkubur atau dikaburkan oleh kepentingan politis maupun etnis. Selama ini, narasi mainstream (arus utama) cenderung menempatkan teori islamisasi hanya berputar pada jalur Arab dan India (Gujarat). Melalui buku ini, Anang Harris Himawan mencoba membuka “tabir sejarah” yang selama ratusan tahun meminggirkan peran penting etnis Tionghoa dalam membangun peradaban dan kekuasaan politik Islam pada abad ke-15 di Nusantara.

Fokus utama buku ini adalah mengupas tuntas keterkaitan erat antara berdirinya Kesultanan Demak Bintoro—sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa—dengan kontribusi besar masyarakat etnis Tionghoa Muslim. Penulis menyuguhkan perspektif bahwa kejayaan Demak secara genealogis, politis, teologis, hingga ekonomi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Imperium Tiongkok, khususnya pasca-ekspedisi maritim raksasa yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1405 M.

Di dalam buku ini, dijabarkan bukti-bukti arkeologis dan historis yang otentik, seperti peran pekerja galangan kapal asal Tiongkok di Poncol, Semarang dalam arsitektur Masjid Agung Demak (saka tatal). Lebih jauh, buku ini juga mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci masa peralihan Majapahit ke Demak yang memiliki darah campuran atau nama Tionghoa, seperti Jin Bun (Raden Patah), Swan Liong (Arya Damar), Kin San (Raden Kusen), hingga indikasi historis mengenai latar belakang beberapa anggota Walisongo yang merupakan keturunan peranakan.

Selain membahas dinamika lokal di Tanah Jawa, penulis juga membawa pembaca melintasi waktu dengan memaparkan periodisasi perkembangan Islam di daratan Tiongkok itu sendiri—mulai dari kedatangan awal di era Dinasti Tang, masa keemasan di bawah Dinasti Song, Yuan, dan Ming, hingga masa-masa penuh tekanan di era Dinasti Qing. Hubungan transnasional ini juga membawa pengaruh mazhab Hanafi yang dianut oleh komunitas Muslim Tionghoa, yang sempat menjadi mazhab resmi Kesultanan Demak pada masa awal sebelum akhirnya bergeser ke mazhab Syafii.

Buku ini ditulis dengan metode penelitian sejarah yang objektif dan ilmiah, terlepas dari segala kepentingan ideologi keagamaan maupun politik praktis. Kehadiran karya ini menjadi sangat penting sebagai upaya menghadirkan “kejujuran sejarah” guna menumbuhkan semangat nasionalisme, gotong royong, dan rekonsiliasi budaya di tengah masyarakat Indonesia yang multietnik.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi para sejarawan, akademisi, mahasiswa, serta khalayak luas yang tertarik melihat sejarah Islam Nusantara dari sudut pandang yang lebih kaya, inklusif, dan multidimensional.

Mau e-book ini? Hubungi WhatsApp: 081347014686

Dunia Hanum

Dunia Hanum

Penulis · Duniahanum.com
Lihat Profil

Penulis di Duniahanum.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *